EDGE grant PSG is now EDGE. Singapore SMEs can get up to 50% grant support for HReasily. Check if you qualify
Products
HReasily ClassicSimple, fast payroll for a small businessHReasily ProMulti-entity, multi-country, advanced workflowsHReasily PlusEnd-to-end HR, hiring through to payrollCompare plansClassic, Pro and Plus side by side
Modules
PayrollContributions and tax calculated, files ready to submitLeaveApply, approve, and it reaches payrollTime & AttendanceClock-in that turns into a payslipSchedulingShifts and swaps that become payClaimsReimbursed in the next payroll runComplianceStatutory rules, kept currentIntegrationsXero, QuickBooks and the rest
Who it's for
By role
Head of HROne platform for the whole regionCFO and FinancePeople cost you can see and provePayroll and HR OpsLeave, claims and hours in one run
By company
Small businessesPayroll done without an HR teamMulti-country and scaling teamsAdd a market, not a vendor
By market
SingaporeMalaysiaIndonesiaThailandHong KongPhilippines
Partners
Payroll Service ProvidersAccountants and advisors who run payroll on HReasilyEcosystem partnersAccounting, banking and payments, global hiring
Resources
BlogPayroll, HR and compliance writingProduct updatesEvery change we ship, datedGuidesPlaybooks and checklists to downloadWebinarsLive sessions and recordings on demandCustomer storiesThe businesses running on HReasilyHReasily AcademyProduct training, at your own pace
Why HReasily
Multi-country payrollSix markets, one platformSecurityHow your people data is protectedXeroPayroll posted as a journal, automaticallyQuickBooksEvery run reconciled in your booksEDGE grantUp to 50% grant support in SingaporeAbout HReasilyWho we are and who we build for
AI New
HReasily AI, early accessThe intelligence we are building into HReasily
Pricing
PricingPer employee, per month
Start freeLog in
Home › Blog › Indonesia
Indonesia · 2 minute read

Tarif dan Cara Menghitung PPh Pasal 21

HR The HReasily teamPublished 23 April 2021 · last updated May 2026


Secara umum tarif pemotongan atas penghasilan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) UU PPh adalah tarif pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) UU PPh, kecuali ditetapkan lain oleh Peraturan Pemerintah. Tarif progresif berdasarkan pasal 17 ini mengacu pada prinsip keadilan yang berhubungan dengan ability to pay (kemampuan untuk membayar) dan bagi wajib pajak yang memiliki NPWP, sedangkan yang tidak ber NPWP lebih tinggi 20% daripada tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak yang dapat menunjukkan NPWP.

Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif UU PPh 2008
s.d. Rp. 50 juta 5%
Di atas Rp. 50 juta s.d. Rp. 250 juta 15%
Di atas Rp. 250 juta s.d Rp. 500 juta 25%
Di atas 500 juta 30%

Contoh perhitungan diuraikan secara detail di dalam ketentuan Dirjen Pajak yang mengatur pedoman teknis tata cara pemotongan, penyetoran dan pelaporan PPh Pasal 21 (Peraturan Dirjen Pajak No. Per-16/PJ/2016), berikut kita sajikan satu contoh untuk penghitungan PPh Pasal 21 Pegawai tetap yang menerima penghasilan teratur (gaji).
Bambang Eko pegawai pada perusahaan PT Candra Kirana, menikah tanpa anak, memperoleh gaji sebulan Rp 8.000.000,00. PT Candra Kirana mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji. 
PT Candra Kirana menanggung iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji sedangkan Bambang Eko membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan. Disamping itu PT Candra Kirana juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya. PT Candra Kirana membayar iuran pensiun untuk Bambang Eko ke dana pensiun, yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, setiap bulan sebesar Rp 200.000,00, sedangkan Bambang Eko membayar iuran pensiun sebesar Rp 100.000,00. Pada bulan Juli 2016 Bambang Eko hanya menerima pembayaran berupa gaji. Penghitungan PPh Pasal 21 bulan Juli 2016 adalah sebagai berikut: 
Gaji Rp 8.000.000,00 
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja Rp 40.000,00 
Premi Jaminan Kematian Rp 24.000,00 
Penghasilan bruto Rp 8.064.000,00 
Pengurangan: 

  1. Biaya Jabatan 

5% X Rp 8.064.000,00 Rp 403.200,00 

  1. Iuran Pensiun Rp 200.000,00 
  2. Iuran Jaminan Hari Tua Rp 160.000,00 

Rp 663.200,00 
Penghasilan neto sebulan Rp 7.400.800,00 
Penghasilan neto setahun adalah 
12 X Rp 7.400.800,00 Rp 88.809.600,00 
PTKP setahun 
– untuk Wajib Pajak sendiri Rp 54.000.000,00 
– tambahan karena menikah Rp 4.500.000,00 
Rp 58.500.000,00 
Rp 30.309.600,00 
Penghasilan Kena Pajak Setahun Rp 30.309.000,00 
PPh Pasal 21 Terutang 
5% X Rp 30.309.000,00 Rp 1.515.450,00 
PPh Pasal 21 bulan Juli 
Rp 1.515.450,00 : 12 Rp 126.288,00 
Sebenarnya tidak rumit meski dibutuhkan ketelitian, akan tetapi Ketika jumlah karyawan ratusan bahkan sampai ribuan tentu menjadi tidak mudah mengingat besaran gaji yang berbeda. Pun juga dengan penghasilan tidak teratur (THR) perhitungannya sedikit berbeda, belum lagi kompleksitas dari potongan BPJS, akan ada sekuel lanjutan tulisan ini terkait pemotongan PPh Pasal 21 maupun potongan BPJS nya. Pada bulan/masa desember juga memerlukan perhatian khusus karena juga mencakup penerimaan gaji satu tahun penuh disertai bukti pemotongan PPh pasal 21 1721-A1. Agar lebih mudah tentu kita membutuhkan kertas kerja ataupun software lain seperti HReasily yang dapat membantu mempermudah kerja agar gaji sebagai hak karyawan telah dihitung dengan benar sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Sumber tulisan: Buku Pintar Pajak (H. Prianto Budi S., Ak., CA., MBA)
Peraturan terkait PPh Pasal 21
*Artikel ini ditulis oleh Siswanto untuk HReasily
Baca juga: 
Memahami dan Menghitung PPh 21
Objek vs Non-Objek PPh Pasal 21

Find out about Siswanto on LinkedIn

Name: SiswantoBio: More than 10 years experience in the field of tax & accounting. Proficient in compiling annual eSPT PPh, PPN, and eSPT reporting.

Linkedin

See it on your own numbers.

Start free, import your team, and run a cycle on real hours. Nothing is filed until you approve it.

Sign up for free
Keep reading

More on payroll and workforce

Matched to this piece rather than to whatever was published most recently.

Stop reconciling timesheets.

Start free and run your next cycle from the hours your team actually worked.

New guide
Switching payroll systems?
Keep your YTD, CPF records and IR8A intact through a move.
Read the guide
On the house
Your first month, on us
Upgrade to a paid plan today and we’ll cover the first month.
Claim your free month